MANFAAT dan TUJUAN MEMBACA
Membaca adalah kegiatan otak untuk mencerna dan memahami serta memaknai simbol-simbol. Aktifitas membaca telah merangsang otak untuk melakukan olah pikir memahami makna yang terkandung dalam rangkaian. Semakin sering seseorang membaca makna semakin tertantang seseorang untuk terus berpikir terhadap apa yang mereka telah baca.Aktifitas membaca sering dikaitkan dengan aktivitas berbicara, tetapi tidak semua orang yang melakukan aktivitas berbicara mempunyai kesempatan untuk membaca. Oleh karena itu, orang lebih senang berbicara daripada membaca karena membaca merupakan aktivitas yang kompleks. Ketika sebuah proses membaca sedang berlangsung, seluruh aspek kejiwaan dapat dikatakan ikut terlibat. Dalam aktivitas membaca, terjadi proses kemampuan berpikir dan proses mengolah rasa. Seorang anak yang sedang membaca berarti sedang membangun kepribadian dan kemampuannya. Oleh karena itu, tahapan menuju proses kegemaran membaca berkaitan erat dengan sebuah kerangka tindakan AIDA (attention, interest, desire dan action).
Masyarakat yang mempunyai kebiasaan membaca, ditunjukkan oleh kesediaannya untuk mendapatkan sejumlah bacaan dan kemudian membacanya atas dasar kesadarannya sendiri. Masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap dunia buku, akan menjadikan aktivitas membaca sebagai suatu kebiasaa dan kebutuhan. Bila masyarakat sudah mempunyai kebiasaan membaca, maka pada tahap selanjutnya kebiasaan ini akan menjadi kegemaran.
Hal inilah yang menyebabkan empat fariabel pokok AIDA berhubungan erat dengan tugas-tugas pokok orang tua, orang dewasa, dan tenaga pendidik dalam menumbuhkan minat membaca pada masyarakat.
Indikator-indikator adanya minat membaca pada seseorang, yaitu:
1. Kebutuhan terhadap bacaan
2. Tindakan untuk mencari bacaan
3. Rasa senang terhadap bacaan
4. Ketertarikan terhadap bacaan
5. Keinginan untuk selalu membaca
6. Tidak lanjut (menindaklanjuti dari apa yang dibaca).
Membaca bukan hanya sekedar membaca, tetapi aktivitas ini mempunyai tujuan, yaitu untuk mendapatkan sejumlah informasi baru. Di balik aktivitas membaca, terdapat tujuan yang lebih spesifik, yakni sebagai kesenangan, meningkatkan pengetahuan, dan untuk dapat melakukan suatu pekerjaan. Berikut ini adalah beberapa penjelasan dari tujuan aktivitas membaca:
a. Membaca sebagai suatu kesenangan tidak melibatkan proses pemikiran yang rumit. Aktivitas ini biasanya dilakukan untuk mengisi waktu senggang. Aktivitas yang termasuk kategori ini adalah membaca novel, surat kabar, majalah, atau komik.
b. Membaca untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan, seperti membaca buku pelajaran atau buku ilmiah.
c. Membaca untuk dapat suatu pekerjaan atau profesi. Misalnya, membaca buku keterampilan teknis yang praktis atau buku pengetahuan umum (ilmiah populer).
Minat membaca akan berkembang dengan baik bila melibatkan berbagai pihak secara bersama-sama, selaras dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
2.5 MENGGUGAH MINAT BACA
Umunya masyarakat Indonesia lebih suka menghabiskan sebagian dari waktunya untuk berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau duduk-duduk di pinggir jalan. Mereka tidak mempunyai perhatian pada dunia buku, apalagi membacanya. Perhatian saja tidak ada, apalagi motivasi untuk membaca, sehingga sangat jauh dari harapan masyarakat Indonesia.
Minat adalah kecenderungan yang agak menetap dan subjek merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Jika dalam hati ada perasaan senang, maka biasanya akan menimbulkan minat. Bila diperkuat dengan sikap positif, maka minat akan berkembanng dengan lebih baik.
Dan
2.8 MEMBACA MERUPAKAN BUDAYA CERDAS
Slogan “Tiada Hari Tanpa Membaca” yang terpampang di banyak tempat umum tidak menunjukan hasil yang memuaskan. Banyak masyarakat yang tidak membudayakan kebiasaan membaca. Hal ini karena kebebalan rasa yang sudah demikian parah. Slogan-slogan yang gencar didengungkan tidak bermanfaat dan hanya menjadi pajangan.
Jika saja semua orang mengetahui bahwa membaca merupakan sarana hiburan dan sarana menambah wawasan dan pengetahuan, maka betapa beruntungnya mereka. Dengan membaca, seseorang dapat merangsang otaknya untuk berpikir kreatif dan sistematis, memperluas dan memperkaya wawasan, serta membentuk kepribadian yang unggul dan kompetetif.
Lebih dari itu, membaca sering digunakan sebagai indikator tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain, secara tidak langsung setiap anggota masyarakat telah ikut berperan serta dalam mencerdaskan bangsa.
Pendek kata, kebiasaan membaca merupakan cermin masyarakat yang sejahtera. Dengan membaca, wawasan masyarakat akan semakin bertambah luas. Masyarakat yang berwawasan luas, mudah untuk bersikap proaktif, tetapi kritis terhadap setiap perubahan. Mereka peka terhadap tuntutan akan kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, di era globalisasi ini, orang yang tidak banyak membaca dengan sendirinyaakan tersingkir. Mereka akan dilecehkan karena tidak memiliki wawasan. Agar bangsa
Bentuk dunia yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu ini, menuntut adanya kompetisi dalam masyarakat. Hanya mereka yang memiliki kemampuan berinteraksi, keterampilan, keahlian dan pengetahuan yang dapat hidup layak. Jadi, tuntutan dalam era globalisasi adalah adanya kebutuhan akan manusia-manusia berkualitas. Dunia era globalisasi adalah dunia yang mengejar kualitas serta keunggulan.
Manusia unggul serta berkualitas adalah manusia yang senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan serta keterampilandalam berbagai kesempatan. Oleh karena itu, abad milenium ini disebut juga dengan abad ilmu pengetahuan dan masyarakatnya merupakan masyarakat yang memililki pengetahuan.
Di dalam masyarakat modern, untuk menjadikan manusia yang berkualitas dan memiliki ilmu pengetahuan merupakan syarat mutlak bagi setiap orang. Akan tetapi, hal yang lebih penting daripada sekedar memiliki pengetahuan adalah proses memilikinya, baik cara memperolehnya maupun memanfaatkannya. Proses memiliki ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari proses belajar. Dalam proses belajar, sebagian besar merupakan proses membaca.
Perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat. Mereka yang tidak mau belajar dengan sendirinya akan tertinggal. Untuk menguasai ilmu pengetahuan, tidak bisa dilakukan hanya mendengar atau menerima pelajaran dari guru. Akan tetapi, harus melalui proses membaca. Kemampuan dari proses belajar, 80% ditrntukan oleh kesediaan kita untuk membaca. Jika syarat ini diabaikan, maka proses belajar untuk mencapai kemajuan menjadi terhambat. Dengan demikian, kita sebagai anggota masyarakat yang tidak ikut ambil bagian dalam proses membaca, tidak bisa memberikan arti pada dunia.
Oleh karena itu, jelaslah bahwa aktifitas membaca menjadi suatu kebutuhan pokok manusia dalam suatu masyarakat modern. Jika seluruh masyarakat







0 comments:
Post a Comment