WELCOME!!

Enjoy guys! Disini gak ada apa apa, iya gue tau. Yaudahsih maap-_- haha canda, selamat menikmati bloggue guys!!! :)

SMAN 36 JAKARTA

My Beloved High School. Live there with some Drama, Drunks, and Amazing total

David Archuleta

I Love him. SO MUCH!!

ENJOY!!

..........

Wednesday, 25 November 2009

tau with you nya chris brown?

KANGEN DAVID ARCHULETA


tau DAVID ARCHULETA dong pasti?
itu loh pemenang American Idol sesi ke tujuh tapi runner up nya
berhubung gue gak ada bahan buat dijadiin entri an di blog dan blog gue nganggur gak ada acara mending gue kasih liat ye penampilan 'cupunya' david waktu masih bocah abis di
AMERICAN IDOL

cek it dot !










hahahhahahha ya cool enough kan?
lo belom liat nih yang "LET'S TALK ABOUT LOVE"
cek de mot


Friday, 3 April 2009

davidavidavid ! ARCHULETA


Cowo CUTE asal Menado ini (eh , Murray . bukan Manado ...) Emang udah jago nyanyi pas 10 taun .Pertamatama sih , dia terkenal pas ikutan audisi MURRAY AUDITION . Tapi pas tenartenarnya sewaktu dia masuk 24 , 12 , dan 5 besar audisi amerika . itu loh .. AMERICAN IDOL. Yah, emang sih dia gga menang .
meskipun dia runner up di AMERICAN IDOL , tapi PENJUALAN ALBUMNYA lebih banyak daripada the winnernya sendiri , si DAVID COOK(semoga penggemarnya dia gga baca). Dia ikut audisi AI di SAN DIEGO dan tau gga?? VAV. Quotnya dia apa??
Favorite Quote
"You'll never be lonely if you learn to befriend yourself."
nah , artiin dah tuh sendiri ...
liriknyaaa :



Dan katanya, dia dituntut ayahnya JEFF ARCHULETA untuk tampil secara sempurna dimanapun. Wah kekekang nih jadinya.
Lalu siapa yaa pujaan hati cowo asal Medan ini ? (Murray,Murray)
cwo klahiran Miami, Florida ini menyatakan belum siap untuk menjalin hubungan dengan 'someone person' yahh , padahal , banyak wanita berharap DAVID MEMBUKAKAN PINTU HATINYA (heyhey! jangan ambil David dari gue!!!) Udah beli albumnya??
BELI SEKARANG! Di toko kaset banyak , asal jangan di PIK . Pasti bajakan .
Ada nih , sedikit lirik dari david archuleta ..
nyayat hati bangedd !!

Tuesday, 17 March 2009

Kiat-kiat !

2.6 KIAT-KIAT MENINGKATKAN MINAT BACA

1. Untuk Anak, Orang tua dan guru
a. Sediakan pilihan yang luas atas bahan baca anak
b. Sediakan buku-buku anak baik di rumah, di sekolah, perpustakaan maupun toko buku
c. Seleksi yang dilakukan oleh orang dewasa(guru, pusakawan, orang tua, penjual buku) untuk atas nama anak-anak
d. Sediakan waktu dan kesempatan membaca
e. Disediakan kebutuhan dan kemampuan pribadi dari anak-anak sendiri

2. Untuk masyarakat dan perpusakaan
a. Pustakawan menata ruang baca anak sedemikian menarik, menyenangkan, dan nyaman baik untuk kemudahan akses maupun interiornya agar pengunjungnya tertarik datang dan melihatnya
b. Mengenalkan buku-buku gambar dan bacaan apa saja yang baik dan sesuai dengan jenjang usia dan pendidikan kelompok anak yang dibimbingnya
c. Bercerita dari buku cerita dengan teknik menarik. Untuk anak yang sudah pandai membaca tidak perlu sampai selesai ceritanya, kelanjutan dari cerita tersebut mereka sendiri yang membaca
d. Melatih anak untuk mencatat hal-hal yang menurut mereka menarik
e. Menginstruksikan pada anak untuk saling menukar catatan antar kelompok kemudian masing-masing kelompok membacakan bagi kelompoknya
f. Melatih mereka membuat catatan harian secara rutin tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan
g. Pustakawan dalam melakukan bimbingan dan latihan secara teratur, terjadwal, dan waktunya cukup.

2.9 MINAT BACA, PERPUSTAKAAN, PENDIDIKAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA



Minat membaca bukanlah sesuatu yang dimiliki sejak lahir,melainkan diperoleh sebagai hasil belajar yang dikembangkan dan ditumbuhkan dari pengalaman sehari-hari. Pengenbangan dan pertumbuhan itu harus ditanamkan sejak kecil, jauh sebelum seorang anak memasuki Taman Kanak-kanak. Dengan demikian, persiapan yang telah dirintisnya akan mempengaruhi perkembangan minatnya terhadap kegiatan membaca dikemudian hari. Menyadari pentingnya minat membaca bagi generasi yang akan datang, maka pembinaan dan persiapan untuk mengarahkan anak-anak menjadi manusia Indonesia yang gemar membaca, banyak tergantung dari pdndidikan, baik di rumah, di sekolah maupun dalam masyarakat. Betapapun lengkapnya sumber-sumber informasi yang tersedia, jika tidak diimbangi dengan minat membaca yang tinggi, bangsa Indonesia tetap tidak dapat meningkatkan taraf pengetahuan dan keterampilannya melalui buku (membaca di perpustakaan).
Dalam era pembangunandewasa ini pernan sumber daya manusia semakin penting, oleh karena itu stmber daya manusia perlu dikembangkan dan ditingkatkan mutunya, melalui antara lain pembinaan minat baca. Untuk itu kegiatan membaca merupakan hal yang perlu kita populerkan dewasa ini. Dengan membaca dapat kita peroleh informasi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Membaca bagi seseorang mewujudkan lahirnya komunikasi, dengan bacaan sebagai salah satu bentuh usaha guna memenuhi kebutuhan yang efektif. Kebiasaan membaca di kalangan masyarakat luas sangat pentimg sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia telah menjadi tekat dalam menghadapi tantangan dan persaimgan global di masa mendatang.[paragraf]Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset masa depan bangsa, dan dapat diupayakan peningkatannya melalui perpustakaan, pusat komunikasi dan informasi, taman bacaan, sebagai lembaga pendidikan non formal. Kurangnya minat baca pada masyarakat dikarenakan bahwa membaca belum dijadikan kebutuhan sehari-hari, belum ada rasa ketergantungan terhadap kegiatan membaca sebagai proses belajar dan peningkatan kualitas diri. Pada hal maju mundurnya suatu bangsa dapat diukur dari seberapa rendah-tingginya minat baca masyarakat bangsa yang bersangkutan.


Masalah belum melembaganya kebiasaan membaca pada masyarakat sejak lama sudah menjadi pusat perhatian berbagai kalangan oleh pihak masyarakat sendiri, berbagai solusi telah dilaksanakan, misalnya dengan mengadakan perpustakaan keliling memberikan sumbangan buku-buku, menyelenggarakan lomba mengarang atau menulis, dan berbagai kegiatan lain yang dimaksudkan untuk mengembangkan kebiasaan membaca. Namun demikian masalah tersebut sampai sekarang ini tampaknya belum selesai, dan tujuan program pembangunan di bidang ini belum sepenuhnya tercapai sesuai yang diharapkan. Sebagai mana yang ditunjukan oleh hasir tes dan riset yang dilakukan oleh IEA tahun 1992 dari 41 negara, ternyata kemampuan membaca Indonesia baru mencapai skor 36, padahal rata-rata kemampuan membaca negara lain berada di atas 50. Walau hasil penilaian ini sudah 10 tahun yang lalu, tetapi menunjukkan bahwa minat baca dan kemampuan baca-tulis bangsa Indonesia sampai saat ini masih rendah.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca. Sebagian dari faktor tersebut misalnya keterbatasan fasilitas baca, kesulitan dalam pengadaan bahan pustaka dan faktor budaya. Belum terbiasanya iklim membaca, proses pembelajaran membaca yang belum pas, dan kurangnya keteladanan orang tua dan guru

Monday, 16 March 2009

kartul 2 !!

MANFAAT dan TUJUAN MEMBACA

Membaca adalah kegiatan otak untuk mencerna dan memahami serta memaknai simbol-simbol. Aktifitas membaca telah merangsang otak untuk melakukan olah pikir memahami makna yang terkandung dalam rangkaian. Semakin sering seseorang membaca makna semakin tertantang seseorang untuk terus berpikir terhadap apa yang mereka telah baca.Aktifitas membaca sering dikaitkan dengan aktivitas berbicara, tetapi tidak semua orang yang melakukan aktivitas berbicara mempunyai kesempatan untuk membaca. Oleh karena itu, orang lebih senang berbicara daripada membaca karena membaca merupakan aktivitas yang kompleks. Ketika sebuah proses membaca sedang berlangsung, seluruh aspek kejiwaan dapat dikatakan ikut terlibat. Dalam aktivitas membaca, terjadi proses kemampuan berpikir dan proses mengolah rasa. Seorang anak yang sedang membaca berarti sedang membangun kepribadian dan kemampuannya. Oleh karena itu, tahapan menuju proses kegemaran membaca berkaitan erat dengan sebuah kerangka tindakan AIDA (attention, interest, desire dan action).

Masyarakat yang mempunyai kebiasaan membaca, ditunjukkan oleh kesediaannya untuk mendapatkan sejumlah bacaan dan kemudian membacanya atas dasar kesadarannya sendiri. Masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap dunia buku, akan menjadikan aktivitas membaca sebagai suatu kebiasaa dan kebutuhan. Bila masyarakat sudah mempunyai kebiasaan membaca, maka pada tahap selanjutnya kebiasaan ini akan menjadi kegemaran.

Hal inilah yang menyebabkan empat fariabel pokok AIDA berhubungan erat dengan tugas-tugas pokok orang tua, orang dewasa, dan tenaga pendidik dalam menumbuhkan minat membaca pada masyarakat.

Indikator-indikator adanya minat membaca pada seseorang, yaitu:

1. Kebutuhan terhadap bacaan

2. Tindakan untuk mencari bacaan

3. Rasa senang terhadap bacaan

4. Ketertarikan terhadap bacaan

5. Keinginan untuk selalu membaca

6. Tidak lanjut (menindaklanjuti dari apa yang dibaca).

Membaca bukan hanya sekedar membaca, tetapi aktivitas ini mempunyai tujuan, yaitu untuk mendapatkan sejumlah informasi baru. Di balik aktivitas membaca, terdapat tujuan yang lebih spesifik, yakni sebagai kesenangan, meningkatkan pengetahuan, dan untuk dapat melakukan suatu pekerjaan. Berikut ini adalah beberapa penjelasan dari tujuan aktivitas membaca:

a. Membaca sebagai suatu kesenangan tidak melibatkan proses pemikiran yang rumit. Aktivitas ini biasanya dilakukan untuk mengisi waktu senggang. Aktivitas yang termasuk kategori ini adalah membaca novel, surat kabar, majalah, atau komik.

b. Membaca untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan, seperti membaca buku pelajaran atau buku ilmiah.

c. Membaca untuk dapat suatu pekerjaan atau profesi. Misalnya, membaca buku keterampilan teknis yang praktis atau buku pengetahuan umum (ilmiah populer).

Minat membaca akan berkembang dengan baik bila melibatkan berbagai pihak secara bersama-sama, selaras dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

2.5 MENGGUGAH MINAT BACA

Umunya masyarakat Indonesia lebih suka menghabiskan sebagian dari waktunya untuk berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau duduk-duduk di pinggir jalan. Mereka tidak mempunyai perhatian pada dunia buku, apalagi membacanya. Perhatian saja tidak ada, apalagi motivasi untuk membaca, sehingga sangat jauh dari harapan masyarakat Indonesia.

Minat adalah kecenderungan yang agak menetap dan subjek merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Jika dalam hati ada perasaan senang, maka biasanya akan menimbulkan minat. Bila diperkuat dengan sikap positif, maka minat akan berkembanng dengan lebih baik.

Dan





2.8 MEMBACA MERUPAKAN BUDAYA CERDAS

Slogan “Tiada Hari Tanpa Membaca” yang terpampang di banyak tempat umum tidak menunjukan hasil yang memuaskan. Banyak masyarakat yang tidak membudayakan kebiasaan membaca. Hal ini karena kebebalan rasa yang sudah demikian parah. Slogan-slogan yang gencar didengungkan tidak bermanfaat dan hanya menjadi pajangan.

Jika saja semua orang mengetahui bahwa membaca merupakan sarana hiburan dan sarana menambah wawasan dan pengetahuan, maka betapa beruntungnya mereka. Dengan membaca, seseorang dapat merangsang otaknya untuk berpikir kreatif dan sistematis, memperluas dan memperkaya wawasan, serta membentuk kepribadian yang unggul dan kompetetif.

Lebih dari itu, membaca sering digunakan sebagai indikator tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain, secara tidak langsung setiap anggota masyarakat telah ikut berperan serta dalam mencerdaskan bangsa.

Pendek kata, kebiasaan membaca merupakan cermin masyarakat yang sejahtera. Dengan membaca, wawasan masyarakat akan semakin bertambah luas. Masyarakat yang berwawasan luas, mudah untuk bersikap proaktif, tetapi kritis terhadap setiap perubahan. Mereka peka terhadap tuntutan akan kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, di era globalisasi ini, orang yang tidak banyak membaca dengan sendirinyaakan tersingkir. Mereka akan dilecehkan karena tidak memiliki wawasan. Agar bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang tangguh, cerdas, dan bermartabat, kebiasaan membaca menjadi persyaratan yang mutlak dan tidak bisa ditawar lagi. Kebiasaan membaca tidak hanya penting, tetapi juga kebutuhan yang mendesak. Hal ini karena membaca merupakan kunci untuk membangun peradaban.

Para furtulog bahwa era globalisasi akan melahirkan dunia baru tanpa batas. Dengan kata lain, komunikasi antarmanusia tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Selain itu, bisa berlangsung dengan begitu cepat dan mudah. Sebelum ada teknologi informasi canggih sekarang ini, mengirim berita atau informasi ke Inggris, membutuhkan waktu selama kurang lebih dua minggu. Akan tetapi, teknologi sudah semakin canggih. Hanya dengan menekan beberapa tombol nomor pada pesawat telepon, kita bisa berbicara dengan teman atau mengirim berita yang ada di belahan benua laindalam waktu tidak kurang dari lima menit. Luar biasa sekali kecerdasan otak manusia.

Bentuk dunia yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu ini, menuntut adanya kompetisi dalam masyarakat. Hanya mereka yang memiliki kemampuan berinteraksi, keterampilan, keahlian dan pengetahuan yang dapat hidup layak. Jadi, tuntutan dalam era globalisasi adalah adanya kebutuhan akan manusia-manusia berkualitas. Dunia era globalisasi adalah dunia yang mengejar kualitas serta keunggulan.

Manusia unggul serta berkualitas adalah manusia yang senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan serta keterampilandalam berbagai kesempatan. Oleh karena itu, abad milenium ini disebut juga dengan abad ilmu pengetahuan dan masyarakatnya merupakan masyarakat yang memililki pengetahuan.

Di dalam masyarakat modern, untuk menjadikan manusia yang berkualitas dan memiliki ilmu pengetahuan merupakan syarat mutlak bagi setiap orang. Akan tetapi, hal yang lebih penting daripada sekedar memiliki pengetahuan adalah proses memilikinya, baik cara memperolehnya maupun memanfaatkannya. Proses memiliki ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari proses belajar. Dalam proses belajar, sebagian besar merupakan proses membaca.

Perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat. Mereka yang tidak mau belajar dengan sendirinya akan tertinggal. Untuk menguasai ilmu pengetahuan, tidak bisa dilakukan hanya mendengar atau menerima pelajaran dari guru. Akan tetapi, harus melalui proses membaca. Kemampuan dari proses belajar, 80% ditrntukan oleh kesediaan kita untuk membaca. Jika syarat ini diabaikan, maka proses belajar untuk mencapai kemajuan menjadi terhambat. Dengan demikian, kita sebagai anggota masyarakat yang tidak ikut ambil bagian dalam proses membaca, tidak bisa memberikan arti pada dunia.

Oleh karena itu, jelaslah bahwa aktifitas membaca menjadi suatu kebutuhan pokok manusia dalam suatu masyarakat modern. Jika seluruh masyarakat Indonesia ingin disebut bagian dari masrakat modern dan tidak ingin tersingkir dalam kompetisi globalisasi, maka kita pun harus gemar membaca.

Friday, 13 March 2009

KARTUL , KARTUL , KARTUL !!

Rendahnya Minat Membaca Pada Anak

Membaca sangat penting bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, kenyataanya bahwa banyak orang dewasa dan anak-anak yang belum menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan. Kita belum menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan atau budaya, apalagi pada anak-anak. Orang dewasa atau anak yang tida suka membaca, dikatakan telah terjadi proses pembodohan.

Rendahnya minat membaca dalam masyarakat,. Berkaitan dengan kemampuan berbahasa yang meliputi aspek mendengarkan, membaca, melukis, berbicara, dan tingkat pemahaman. Dengan kemampuan membaca yang rendah, tidak tertutup kemungkinan bahwa minat membaca yang dimiliki pun rendah. Ironisnya, presentase angka bebas buta huruf di Indonesia yang terus meningkat, ternyata belum bisa memberikan gambaran tentang tingginya minat membaca pada masyarakat. Perpustakaan yang ada belum banyak membantu. Perpustakaan bukan sebagai tempat favorit karena tidak memiliki daya tarik di mata masyarakat. Penelitian lembaga internasional tentang kemampuan mambaca pada muriod sekolah dasar, menunjukan kondisi yang memprihatinkan. Kenyataanya bahwa anak-anka Indonesia hanya menduduki peringkat nomor dua dari bawah dari tiga puluh Negara yang diteliti.

Banyak usaha yang telah dilakukan untuk mengembangkan minat membaca pada masyarakat, terutama pada anak-anak, baik oleh upaya pemerintah melalui intansi-intansi terkait, maupun oleh berbagai lembaga masyarakat, misalnya, dengan perpustakaan keliling atau taman bacaan. Pada awalnya, program ini mampu mengundang antusias masyarakat untuk dating ke perpustakaan dan anak-anak pun menjadi suka membaca. Sayangnya, program tersebut bersifat insidental dan belum permanent. Seiring dengan meredanya program tersebut, kegemaran untuk membaca pun ikut mereda. Dengan kata lain, minat membaca pada anak Indonesia ternyata cukup memprihatinkan





KONDISI MINAT BACA SAAT INI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tel;ah mendirikan berbagai jenis perpustakaan, antara lain Perpustakaan Umum disetiap wilayah Kotamadya, Perpustakaan Umum Perpumda, Perpustakaan Keliling, Perpustakaan Kelurahan, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Masjid dan sebagainya. Yang menjadi masalah adalah masih rendahnya jumlah pengunjung dan sedikitnya masyarakat yang menjadi anggota. Hal ini terjadi karena “rendahnya minat baca masyarakat”

Menurut data statistic yang dikeluarkan UNESCO baru-baru inikedudukan Indonesia merosot beberapa point dibawah Negara Vietnam (terlepas dari penjajahan Amerika Serikat pada tahun 1975, sedangkan Indonesia merdeka pada tahun 1945) dalam hal Sumber Daya Manusia. Secara awam terlihat bahwa minat baca ini tidak terlelpas tersedianya dana pendidikan yang pada pemerintahan sekarang hanya 6% dari APBN. Sedangkan pada pemerintahan sebelumnya mencapai diatas 16% yang telah mendekati angka 20% logikanya. Terjadilah jalan pintas yang dilakukan oleh perguruan-perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk menyelamatkan mutu pendidikan perguruan tinggi. Dari pada membiarkan kekurangan, secara jalan halal harus ditempuh untuk menutup kekurangan dana ini.

Pada sisi lain, betapa banyaknya hal-hal yang sedang merusak dan membunuh minat baca. Diantara media elektronik seperti TV, VCD, PlayStation. Dibandingkan dengan membaca, media elektronik ini lebih mudah, lebih menarik, memiliki daya pikat dan daya pukau, sehingga tanpa disadari anak-anak menjadi pecandu media tersebut. Dengan tidak mengurangi arti manfaat pada beberapa hal, mudaratnya jauh lebih besar. Apa yang diharapkan dari generasi yang kecilnya hanya mendengar dan melihat? Mereka kelak akan jadi generasi penonton dan pendengar, jangan harap akan lahir generasi pemikir. Melalui membaca akan melahirkan generasi penulis dan dari sini akan lahir generasi pemikir. Hanya segelintir masyarakat yang telah memupuk minat baca tersebut, yaitu mereka yang mampu membeli buku. Kemiskinan yang menghadang bangsa suatu negara tidak mungkin untuk membeli buku, untuk keperluan makan saja mereka mengalami kesulitan. Karenanya dibutuhkan perpustakaan yang dapat membantu mereka yang belum beruntung (yang miskin).




SEBAB ANAK TIDAK SUKA MEMBACA

1.Televisi

Sebagian besar masyarakat menyukai tontonan televise. Kebanyakan mereka akan berpendapat sama mengenai peran televise di tengah-tengah masyarakat, yaitu sebagai sarana hiburan dan informasi. Dampak negative televise terutama pada program-program yang dinilai tidak mendidik. Ketika proses pembelajaran di tengah keluarga sedang berlangsung, televisi mengambil bagian terbesar. Orang tua sering sibuk dan tenggelam dalam pekerjaannya, sehingga mereka lupa mendampingi anak ketika menonton televisi. Kenyataanya bahwa kebanyakan anak lebih menyukai tontonan TV daripada membaca. Derasnya program TV di negri ini yang memiliki rating tinggi, membuat anak betah berlama-lama duduk di depan TV. Dari sejumlah tayangan anak yang diputar di sepuluh stasiun televisi, kurang dari 30% aman untuk ditontondan selebihnya berbahaya. Bahkan, tidak jarang anak-anak ikut menikmati tayangan orang dewasa yang kebanyakan tidak layak untuk ditonton.

Kemajuan di bidang teknologi, seperti computer, atau video game, di satu sisi mendatangkan banyak manfaat, tetapi di sisi lain berdampak buruk bagi perkembangan anak. Hal yang perlu diwaspadai adalah kegemaran anak untuk barlama-lama bermain game karena hal ini akan menjauhkan anak dari aktivitas membaca.

2. Kebiasaan Keluarga

Keluarga merupakan factor utama yang mempengaruhi minat membaca. Hal ini antara lain terlihat pada kebiasaan keluarga. Umumnya, masyarakat lebih suka menggunakan bahasa lisan daripada bahasa tulis.

Budaya lisan berakar sangat kuat. Budaya bercerita dan mendongeng berkembang baik di negeri ini. Bercerita tidak sepenuhnya dipandang buruk, tergantung dari muatan cerita dan cara penuturannya. Bagi anak kecil yang belum dapat membaca, kegiatan mendengar cerita merupakan salah satu cara yang cukup efektif dalam proses pembelajaran. Melalui proses mendengar cerita, anak kecil bias lebih cepat menangkap ionformasi yang kelak akan dicari kebenaran cerita itu melalui membaca.

3. Faktor Eksternal

Rendahnya minat membaca dan kelangkaan bahan bacaan berhubungan dengan tingkat daya membeli masyarakat yang rendah. Hal ini karena masyarakat pada umumnya berpenghasilan rendah. Angka kemiskinan telah berkurang hamper mencapai 30%, tetapi pengurangan ini belum mencerminkan tingginya minat membaca.

Kondisi perburukan di Indonesia belum banyak mengundang minat membaca. Secara kuantitas, jumlah buku bacaan yang tersedia belum memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia. Produksi buku pelajaran baru mencapai sekitar 40 juta buku per tahun. Suatu jumlah yang sedikit bila dibandingkan dengan Amerika yang mampu memproduksi 1,5 miliar buku pelajaran per tahun.

Namun, masih banyak guru yang kurang dapat membangkitkan nalar serta kreativitas siswa. Siswa hendaknya diberi motivasi agar mampu belajar mencari dan menganalisis data. Guru tidak hanya mengajar searah, tetapi juga harus melakukan banyak dialog dengan menggunakan sumber informasi yang ada, misalnya, buku.

Namun, dibalik derasnya factor yang turut mempengaruhi rendahnya minat membaca anak, ada satu hal yang cukup mengembirakan, yakni sebagian dari anak sangat haus akan bahan bacaan yang bermutu dan sehat. Tuntutan dari pihak keluarga menduduki rangking teratas di sekolah, sehingga mendorong si anak untuk membaca.


Tuesday, 10 March 2009

Thursday, 5 February 2009


D
A
V
I
D
J A M E S

ARCHU LETA








tentang DAVID ARCHULETA


David James Archuleta lahir di MIAMI , Florida 28 Desember, 1990 atau yang lebih dikenal dengan dengan nama David Archuleta adalah penyanyi asal Amerika Serikat. Ia menjadi finalis American Idol musim ketujuh dan menjadi runner-up dengan memperoleh 44 juta suara

Ayahnya, Jeff Archuleta adalah seorang pemusik jazz, sedangkan ibunya, Lupe Marie Archuleta ialah seorang penyanyi dan penari yang berasal dari Honduras. Pada usia enam tahun ia dan keluarganya berpindah ke Salt Lake Valley, Sandy, Utah. Sekarang ia dan keluarganya tinggal di Murray, Utah. David Archuleta memiliki empat saudara, Claudia (18), Daniel (14), Jazzy (11) dan Amber (9). David Archuleta masih tercatat sebagai murid Murray High School.

David Archuleta dibesarkan di keluarga yang mencintai musik. Pada usia enam tahun Ia mulai bernyanyi setelah menonton video Les Miserables. Ia tidak dapat berhenti menyanyikan lagu-lagu Les Miserables setelah menonton video tersebut, saat itulah ayahnya, Jeff, mengetahui bahwa anaknya memiliki bakat alami sebagai penyanyi.

Pada usia sepuluh tahun, David menyanyi untuk pertama kalinya dihadapan publik. Ia mengikuti kompetisi menyanyi Utah dan menyanyikan lagu Dolly Parton yang berjudul “ I Will Always Love You “, Ia memperoleh sambutan yang sangat meriah dari penduduk Utah yang menontonnya dan menjuarai kategori anak-anak. Di usia sebelas tahun ia memulai debutnya di televisi pada Jenny Jones Shows dalam episode future latino stars dengan menyanyikan lagu “ And I telling You I’m Not Going”

David Archuleta pernah mengalami kerusakan pita suara akibat penyakit bronkhitis yang menyerangnya setelah ia mengikuti Star Search. Salah satu pita suaranya lumpuh, yang mengakibatnya ia terdengar seperti kesulitan bernafas apabila bernyanyi ataupun berbicara. David pernah ditawari untuk melakukan operasi, tetapi operasi tesebut terlalu beresiko sehingga David memutuskan tidak akan melakukan operasi. Kini Ia merasa bahwa ia telah sembuh total dari penyakitnya.

Tuesday, 27 January 2009

Efek Rumah Kaca


Joseph Fourier



Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet.

Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi.

Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.
PENYEBAB EFEK RUMAH KACA

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.
Gas Kontribusi


Sumber emisi global %

FILM FILM nya FRANKIE Muniz








pada tahun 2000 si ghanteng Frankie Muniz main film yg judulnya MY DOG SKIP ,,TRUSS , Pas tahun 2002 ,jadilah main film BIG FAT LIAR nahh , dia muncul lagi pada tahun 2002 dgn judul DEUCES WILD , nahh muncul pada tahun 2003 dan 2004 dia mulai main lagi di masing" film AGENT CODY BANKS dan AGENTS CODY BANKS 2 : Destination London dan tahun 2006 yang judulnya STAY ALIVE DAN THE LAST MY SEXIEST YEAR di tahun 2008 ,













penasaran sama semua cerita filmnya ??
tunggu bulan februari yaa . gue bakal posting semua tentang filmnya . OCE ???

Thursday, 22 January 2009

FRANKIE the MUNIZ


Frankie Muniz nih!! pemain Agent Cody Banks!! cowoknya keren banget!!! dia berperan sebagai Cody!! anak yang suka skateboard, dan lucunya, kalo dia ketemu cewek cantik, dia udah ngak bisa ngomong apa-apa lagi dan jadi gagap. dia nih pinter karate, makanya dijadiin agent junior di CIA.

Viwawa